Jumat, 05 November 2010

pengertian Washal

Washl secara leksikal bermakna ‘menghimpun atau menggabungkan’ .
عطف جملة على أخرى بالواوونحوها
Mengathafkan suatu kalimat pada kalimat yang lain dengan huruf athaf “wawu” dan semisalnya. Adapun kalaimat yang sebaiknya diwashal yaitu:
والوصل مع تناسب فى اسم وفى # فعل وفقد مانع قد اصطفى
Washal itu dipandang baik ketika terhadap penyesuaian dalam jumlah fi’liyah dan ismiyah. Maksudnya bahwa mengadakan washal dipandang baik setelah adanya pembenar terhadapnya, karena kesesuaian antara dua jumlah, yakni ismiyah dan fi;liyah dan bersesuaian antara 2 jumlah, yakni sama-sama fi’liyah dalam bentuk madhi dan dalam bentuk mudlari’ .
Contohnya:
 Sama-sama jumlah fi’liyah
زيد قائم وبكر قاعد
 Sama-sama jumlah fi’liyah dengan fi’il madhi
زيد قام وبكر قعد

 Sama-sama jumlah fi’liyah dengan fi’il mudhari
زيد يقوم وبكر يقعد
Kecuali jika ada penghalang seperti tidak adanya musnad, kurang baik untuk diwashal, yaitu: زيد قام وبكر قاعد antara قام fi’il madhi dan قاعد isim fa’il .

B. Tempat-tempat Washal
Didalam ilmu balaghah, washal itu terletak dalam 3 tempat, yaitu:
1. apabila dua macam jumlah (kalimat) bersesuaian dalam bentuk khabariyah dan insyaiyah dari segi lafadz dan makna atau dari segi makna saja, dan tidak ada penyebab yang menghendaki untuk memisah atau membuat fashal antara keduanya, dan antara keduanya terdapat penyesuaian yang sempurna, seperti firman Allah:
ان الابرار لفى نعيم. وان الفجارلفى جحيم
“Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka”
2. apabila dalam dua jumlah (kalimat) berbeda dalam bentuk khabariyah dan insya’iyah, sedangkan membuat fashal malah menimbulkan penyimpangan terhadap tujuan yang diharapkan, seperti ucapan anda sewaktu menjawab secara nafi:
لاوشفاه الله
belum, dan semoga Allah menyembuhkannya.
Ucapan tersebut untuk menjawab orang yang bertanya:
هل برئ على من المريض؟
Apakah ali telah sembuh dari sakit?
3. apabila jumlah yang pertama mempunyai kedudukan I’rab dan dimaksudkan untuk menyamakan jumlah yang kedua dengannya dalam I’rabnya, sekiranya tidak ada penghalang, seperti:
على يقول ويفعل
ali itu berkata dan berbuat.

C. Contoh-contoh Washal
Adapun contoh-contoh washal yang bisa ditemukan yaitu ;
1. Abul ‘ala al ma’ari berkata:
وحب العيش أعبد كل حر # وعلم ساغبا أكل المرار
cinta kehidupan itu memperbudak setiap orang merdeka dan mengajarkan orang yang lapar untuk makan tumbuh-tumbuhan yang pahit.
2. Abuth tayib berkata:
وللسر منى موضع لايناله # نديم ولا يفضى اليه شراب
rahasia dalam diriku mendapat tempat yang tdak dapat diketahui oleh teman peminum minuman keras, dan tidak dapat dibongkar dengan minuman keras.
3. Basyar bin burd berkata:
يشمر للج عن ساقه # ويغمره الموج فى الساحل
ia menyingsingkan pakaiannya dari kedua betisnya untuk mengarungi tengah laut, dan ombak telah menerjangnya ketika masih ditepi laut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar