Jumat, 26 Maret 2010

tanggung jawab orang tua terhadap anak

TANGGUNG JAWAB KEDUA ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DALAM AL QUR’AN

I. PENDAHULUAN
Dimasa sekarang banyak orang tua yang tidak melakukan tanggung jawabnya sebagai orang tua. Melainkan mereka hanya memikirkan bagaimana bisa hidup untuk besok dengan kata lain mereka hanya memikirkan materi saja. Padahal anak sekarang butuh sekali tanggung jawab orang tua untuk menemukan jati diri anak tersebut. Orang tua yang seperti itu sebaiknya ditindak lanjuti oleh agama.
Oleh karena itu dalam makalh ini akan dibahas tentang tanggung jawab orang tua terhadap anak dalm proses pendidikan. Agar kita mengetahui bagaimana sesunggunhya orang tua terhadap anaknya.
II. PERMASALAHAN
1. Bagaimana pengertian pendidikan islam ?
2. Apa saja tujuan pendidikan islam ?
3. Bagaimana tanggung jawab orang tua terhadap anak dalam pendidikan ?
III. PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan Islam
Dalam UUSPN pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Sedangkan pendidikan islam ialah pendidikan yang falsafah, dasar dan tujuan serta teori-teori yang dibangun untuk melaksanakan praktek pendidikan nilai-nilai dasar islam yang terkandung dalam al Qur’an dan hadits Nabi .
Pengertian pendidikan islam sebagaimana dirumuskan oleh konfrensi internasional tentang pendidikan islam, adalah sebagai berikut :
The meaning of education in its totality in the context of islam in inherent in the connotations of the term. Tarbiyah, ta’lim and ta’dib taken together. What each of these term conveys concerning man and his society ang environment in relation to god is related to the athers, and together both formal and non formal. (First world coference on muslim education, 1997, p. 15).
B. Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan pendidikan Islam secara umum adalah untuk mencapai tujuan hidup muslim, yakni menumbuhkan kesadaran manusia sebagai makhluk Allah SWT, agarmereka tumbuh dan berkembang menjadi mansuia yang berakhlak mulia dan beribadah kepada-Nya. Ada beberapa rumusan dengan ayat-ayat suci al Qur’an maupun Hadits, maka tujuan pendidikan adalah sebagai berikut :
1. Menumbuhkan dan mengembangkan ketaqwaan kepada Allah SWT, yang terdapat dalam surat al imran : 102.
     •   •   
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
2. Menumbuhkan sikap dan jiwa yang selalu beribadah kepada Allah SWT.
     
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.
3. Membina dan memupuk akhlakul karimah.
انما بعثت لاتمم صالح الاخلا ق ( رواه البخاري)
Hanya saja aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.
4. Menciptakan pemimpin-pemimpin bangsa yang selalu Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
        
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.
5. Menumbuhkan kesadaran ilmiah, melalui kegiatan penelitian, baik terhadap kehidupan manusia, alam maupun kehidupan makhluk allah semesta.
       •                         •
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.
C. Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak
Orang tua adalah pendidik pertama dan utama. Kaidah ini ditetapkan secara kodrati : artinya orang tua tidak dapat berbuat lain, mereka harus menempati posisi itu dalam keadaan bagaimanapun juga. Karena mereka ditakdirkan menjadi orang tua anak yang dilahirkannya. Oleh karena itu, mau tidak mau mereka harus menjadi penanggung jawab pertama dan utama. Kaidah ini diakui oleh semua sistem nilai yang dikenal manusia . Pada saat ini pemeliharaan dan pembiasaan sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan. Kasih sayang orang tua yang tumbuh akibat dari hubungan darah dan diberikan kepada anak secara wajar atau sesuai dengan kebutuhan. Keluarga yang ideal adalah keluarga yang mau memberikan dorongan kuat kepada anaknya untuk mendapatkan pendidikan agama. Jika mereka mampu dan berkesempatan, maka mereka lakukan sendiri pendidikan agama ini . Dilihat dari ajaran islam, anak adalah amanat Allah. Amanat wajib dipertanggung jawabkan. Jelas tanggungjawab orang tua terhadap anak tidaklah kecil. Secara umum tanggung jawab itu ialah penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak dalam keluarga .
Dasar-dasar tanggung jawab orang tua terhadap anaknya diuraikan oleh Noor Syam (1980 : 17) antara lain :
1. Dorongan atau motivasi cinta kasih yang menumbuhkan sikap rela mengabdikan hidupnya untuk sang anak.
2. Dorongan atau motivasi kewajiban moral sebagi konsekuensi kedudukan orang tua terhadap keturunannya, meliputi nilai religius, serta menjaga martabat dan kehormatan keluarga.
3. Tanggung jawab sosial berdasarkan kesadaran bahwa keluarga sebgai anggota masyarakat, bangsa dan negara bukan kemanusiaan.
Mengingat strategisnya jalur pendidikan keluarga, dalam UUSPN juga disebutkan arah yang seharusnya ditempuh yakni : pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga, dan memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan ketrampilan .
Dalam surat at Tahrim disebutkan :
       (التحريم : 6)
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
ayat diatas menggambarkan bahwa dakwah dan pendidikan harus bermula dari rumah. hal ini berarti orang tua bertanggung jawab atas anak-anak dan juga pasangan masing-masing sebagaimana masing-masing bertanggung jawab atas kelakuannya. orang tua tidak cukup untuk menciptakan satu rumah tangga yang diliputi oleh nilai-nilai agama serta dinaungi oleh hubungan yang harmonis .Tanggung jawab orang tua terhadap anak dalam pendidikan berlangsung terus sampai akhir hayat. Sebagai gambaran tanggung jawab dapat digambarkan sebagai berikut :








Berdasarkan gambar tersebut, bahwa tanggung jawab keluarga terhadap pendidikan anak berangsur-angsur mengecil setelah anak mencapai kematangan dan kedewasaan, namun tanggung jawab ini tidak akan lepas sama sekali.
Adapun aspek-aspek pendidikan sebagai tanggung jawab orang tua itu ada 4 macam aspek yaitu :
a. Pendidikan Ibadah
Khusunya dalam pendidikan sholat. Sebagimana disebutkan dalam al Qur’an surat al Luqman : 17 :
             •    
Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
b. Pokok-pokok Ajaran Islam dan membaca al Qur’an
Pendidikan dan pengajaran al Qur’an serta pokok-pokok ajaran islam lain telah disebutkan dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib.
خير كم من تعلم القران وعلمه ( رواه البيهقي)
c. Pendidikan Akhlakul Karimah
Pendidikan ini sangat penting untuk dikemukakan dalam pendidikan keluarga, sebagaimana disebutkan dalam al Qur’an surat Lukman : 14.
     •            .
Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.
d. Pendidikan Aqidah Islamiyah
Aqidah ialah inti dari dasar keimanan seseorang yang harus ditanamkan kepada anak secara dini. Hal ini disebutkan dalam surat Lukman : 13.
              
Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
Adapun pendidikan yang harus diberikan oleh orang tua sebagai wujud tanggung jawab terhadap keluarga adalah:
1. Pendidikan Agama
Pendidikan agama ini meliputi pendidikan aqidah, mengenalkan hukum halal-haram memerintahkan anak beribadah (shalat) sejak umur tujuh tahun, mendidik anak untuk mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, orang-orang yang shalih dan mengajar anak membaca Al-Qur’an. Al-Ghazali berkata, “Hendaklah anak kecil diajari Al-Qur’an hadits dan sejarah orang-orang shalih kemudian hukum Islam.” Pendidikan agama dan spiritual adalah pondasi utama bagi pendidikan keluarga.
2. Pendidikan akhlak
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Diantara kewajiban bapak kepada anaknya ialah memperbagus budi pekertinya dan membaguskan namanya.” (HR.Baihaqi). Para ahli pendidikan Islam menyatakan bahwa pendidikan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam, sebab tujuan tertinggi pendidikan Islam adalah mendidik jiwa dan akhlak.
3. Pendidikan jasmani
Islam memberi petunjuk kepada kita tentang pendidikan jasmani agar anak tumbuh dan berkembang secara sehat dan bersemangat. Allah Ta’ala berfirman: “Makanlah dan minumlah kamu tetapi jangan berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak senang kepada orang yang berlebih-lebihan.” (QS.Al-A’raf:31). Ayat ini sesuai dengan hasil penelitian para ahli kesehatan bahwa agar tubuh sehat dan kuat, dianjurkan untuk tidak makan dan minum secara berlebih-lebihan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ajarilah anak-anakmu berenang dan memanah. Sebaik-baik pengisi waktu bagi wanita beriman adalah memintal. Apabila kedua orang tuamu memanggilmu maka penuhilah panggilan ibumu.” (HR Ad-Dailami)
Diriwayatkan bahwa setelah seluruh negeri Irak dibebaskan oleh shahabat Saad bin Abi Waqqash, beliau membuat rencana (maket) pembangunan kota Kuffah. Setelah maket itu diajukan kepada Khalifah Umar bin Al-Khattab beliau sangat menyetujui. Hanya beliau tambah bahwa disamping mendirikan masjid Jami’, hendaklah disediakan tanah lapangan tempat para pemuda berolah raga, latihan perang seperti melempar tombak, memanah, bermain pedang dan menunggang kuda. Di antara ucapan beliau yang terkenal ialah “Ajarkanlah kepada anak-anak kamu berenang dan memanah, hendaklah mereka dapat melompat ke punggung kuda sekali lompat”.
4. Pendidikan akal
Yang dimaksud dengan pendidikan akal adalah meningkatkan kemampuan intelektual anak, ilmu alam, teknologi dan sains modern sehingga anak mampu menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dalam rangka menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya, guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan Allah. Hal inilah yang diisyaratkan oleh Allah dengan proses penciptaan nabi Adam AS dimana sebelum ia diturunkan ke bumi, Allah mengajarkan nama-nama (asma) yang tidak diajarkan kepada para malaikat. (QS. Al-Baqarah : 31)
              
Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"
5. Pendidikan sosial
Yang dimaksud dengan pendidikan sosial adalah pendidikan anak sejak dini agar bergaul di tengah-tengah masyarakat dengan menerapkan prinsip-prinsip syari’at Islam. Di antara prinsip syari’at Islam yang sangat erat berkaiatan dengan pendidikan sosial ini adalah prinsip ukhuwwah Islamiyah. Rasa ukhuwwah yang benar akan melahirkan perasaan luhur dan sikap positif untuk saling menolong dan tidak mementingkan diri sendiri. Islam telah menjadikan ukhuwwah Islamiyah sebagai kewajiban yang sangat fundamental dan mengibaratkan kasih sayang sesama muslim dengan sebatang tubuh, apabila salah satu anggota badannya sakit, maka yang lain ikut merasakannya. Untuk mewujudkan ukhuwah Islamiyah ini Islam telah menggariskan syari’at Al-Jama’ah. Oleh karena itu setiap orang tua harus mengajarkan kehidupan berjama’ah kepada anak-anaknya sejak dini.
Seluruh aspek pendidikan ini akan berjalan maksimal apabila orangtua dapat dijadikan teladan bagi anak-anaknya di samping harus berusaha secara maksimal agar setiap dia melakukan pekerjaan yang baik bagi keluarganya dapat melakukan seperti yang dia lakukan. Hal inilah yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah-tengah keluarganya
IV. KESIMPULAN
Pendidikan ialah usaha yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap peserta didik agar menjadi dewasa. Segaimana tanggung jawab yang dilakukan oleh orang tua kepada anak terhadap pendidikan, yang mendorong anak menjadi bijaksana dan punya prilaku yang sopan. Jika orang tua tidak bisa mengarahkan anaknya dengan jalan yang baik maka anaknya tidak akan menjadi anak yang baik pula. Adapun tanggung jawab yang harus dilakukan orang tua, yaitu :
 Dorongan atau motivasi cinta kasih yang menumbuhkan sikap rela mengabdikan hidupnya untuk sang anak.
 Dorongan atau motivasi kewajiban moral sebagi konsekuensi kedudukan orang tua terhadap keturunannya, meliputi nilai religius, serta menjaga martabat dan kehormatan keluarga.
 Tanggung jawab sosial berdasarkan kesadaran bahwa keluarga sebgai anggota masyarakat, bangsa dan negara bukan kemanusiaan.
Jika tanggung jawab itu dilaksanakan dengan baik dan teratur maka tanggung jawab sebagai orang tua itu berhasil dan tidak mengalami kegagalan.

V. PENUTUP
Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah, yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Kritik saran serta masukan selalu kami tunggu untuk hasil yang lebih baik dari tulisan ini. Kami memohon maaf atas segala kekurangan yang terdapat dalam penulisan dalam materi yang disuguhkan dalam makalah ini. Terakhir kami sampaikan selamat membaca.















DAFTAR PUSTAKA
Hadikusumo, Drs. Kunaryo, dkk. 1998.Pengantar pendidikan. Semarang : CV. Ikip Semarang.
Sudiyono, Drs. H.M.. Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta : Rineka Cipta, 2009).
Shihab, M. Quraish. 2002. Tafsir Misbah. Jakarta : Lentera Hati.
Tafsir, Dr. Ahmad. 2007.Ilmu Pendidikan Dalam Persepektif Islam. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Thoha, Drs. HM. Chabib. 1996. MA. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Yogyakarta :Pustaka Belajar,.
http://abinefaiz.multiply.com/journal/item/14

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar